Artikel Populer
Esport Masuk
dalam Kurikulum Sekolah? Apakah Cuma Wacana?
Esport Masuk
dalam Kurikulum Sekolah? Apakah Cuma Wacana?
Esports
merupakan singkatan dari Electronic Sports, sebuah terminologi yang
menurut British Esports Association menjelaskan dunia kompetitif dalam
bermain game. Bagi kalangan anak muda sekarang tentunya sudah tidak asing lagi
dengan kata itu. Sekarang esport merupakan salah satu cabang olahraga yang
dapat disandingkan dengan bidang olahraga lainya seperti sepakbola, basket dan
lain sebagainya. Bahkan pada tahun 2019 esport sampai dimasukan dan ikut
meramaikan dalam pergelaran Seagames. Sebelum dikategorikan dalam cabang
olahraga pun sebenarnya esport juga sudah diperlombakan oleh para komunitas yang
ada.
Pada
awalnya esport bisa dikatakan bertolak belakang dengan kaitanya pendidikan, banyak
orang yang beranggapan bahwa esport hanyalah bermain game biasa dan akan
membuat anak-anak menjadi malas dalam belajar, tidak sedikit orang tua dari
anak-anak juga marah karena seringnya dari merka hanya main game saja. Tetapi disisi
lain bagi orang yang bekerja dalam esport beranggapan bahwa dengan bermain game
juga bisa dijadikan untuk penghasilan dan karir, misalkan Muhammad Ihsan atau
biasa dikenal dengan Ihsan Lemon merupakan pemain profesional esport pada
devisi Mobile Legend dan juga streamer yang berpenghasilan sebulan sekitar
250juta.
Belakangan
ini wacana memasukkan esports ke dalam kurikulum sekolah menjadi perbincangan. Pengurus
Besar Esports Indonesia (PBESI) berniat memasukkan esports di kurikulum
sekolah. Nantinya, esports akan masuk ke kegiatan ekstrakulikuler sekolah di
jenjang SMP, SMA dan SMK. Dengan ini diharapkan bahwa dalam dunia pendidikan
dapat dijadikan untuk siswa menggali dan mengembangkan potensi. Ditambah lagi, dengan
adanya pemberian materi dasar sebagai pondasi edukasi tentang dunia esports,
dapat dilakukan agar siswa memiliki pola pokir yang benar.
Mendengar
kabar tersebut Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen
Pendidikan Kemendikbudristek membantah kabar tersebut. Kemendikbudristek tidak
memuat dan berencana memuat esport sebagai materi wajib di tingkat nasional. Tetapi
beliau mengatakan bukan berarti di setiap sekolah tidak diperbolehkan memasukan
esport dalam kurikulum sekolahnya. Belakangan ini juga sudah ada di beberapa
sekolah yang memasukan esport bahkan sampai ada perlombaan atau turnamen baik
itu dalam sekolah maupun antar sekolah.
Mengenai
hal ini masuknya esport dalam kurikulum sebenarnya juga tidak merugikan bagi
anak-anak, semua tergantung dari persepsinya masing-masing. Game sebenarnya dapat
digunakan sebagai alat bantu yang sangat bagus untuk anak-anak atau siswa, game
bukan hanya sekedar permainan, dia memiliki banyak komponen dengan materi pelajaran
untuk mengembangkan potensi anak-anak dam mungkin itu bisa dibutuhkan dari tiap
sekolah yang harus diubah adalah mindset pandangan orang-orang mengenai game
yang hanya akan menghambat dan penghalang pendidikan.
Referensi :
https://voi.id/bernas/109011/wacana-esports-masuk-kurikulum-dapatkah-meningkatkan-nalar-kritis
Komentar
Posting Komentar