Tokoh Sastrawan Indonesia, Nur Sutan Iskandar

Nur Sutan Iskandar

(Gambar : https://id.wikipedia.org/wiki/Nur_Sutan_Iskandar) 

Nama asli Nur Sutan Iskandar adalah Muhammad Nur, penulis angkatan Balai Pustaka. Lahir di Sungai Batang, Sumatera Barat pada 3 November 1893, meninggal di Jakarta pada 28 November 1975 pada usia 82 tahun. Nur Sutan Iskandar mendirikan sekolah rakyat pada tahun 1909 dan menjabat sebagai asisten guru.

Pada tahun 1919, ia bekerja di Balai Pustaka di Jakarta, di mana ia bertugas sebagai korektor untuk pertama kalinya hingga akhirnya menjabat sebagai pemimpin redaksi Balai Pustaka dari tahun 1925 hingga 1942. Dia kemudian ditunjuk sebagai penulis utama koleksi perpustakaan dari tahun 1942 hingga 1942. Pada tahun 1945. Nur Sutan Iskandar adalah pengarang karya orisinal dan pengarang karya paling produktif di antara sastrawan dan sastrawan asing, yang terbukti dalam karya-karyanya.

Karya-karya karangan Nur Sutan Iskandar antara lain :

1.       Katak Hendak Jadi Lembu (Jakarta: Balai Pustaka, 1935)

2.        Neraka Dunia (Jakarta: Balai Pustaka, 1937)

3.        Cinta dan Kewajiban (Jakarta: Balai Pustaka, 1941)

4.       Jangir Bali (Jakarta: Balai Pustaka, 1942)

5.        Cinta Tanah Air (Jakarta: Balai Pustaka, 1944)

6.       Cobaan (Turun Ke Desa (Jakarta: Balai Pustaka, 1946)

7.        Mutiara (Jakarta: Balai Pustaka, 1946)

8.        Pengalaman Masa Kecil (Jakarta: Balai Pustaka, 1949)

9.        Ujian Masa (Jakarta: JB Wolters, 1952, cetakan ulang)

10.    Apa Dayaku karena Aku Perempuan (Jakarta: Balai Pustaka, 1923)

11.    Korban Karena Percintaan (1924)

12.    Cinta yang Membawa Maut (Jakarta: Balai Pustaka, 1926)

13.    Salah Pilih (Jakarta: Balai Pustaka, 1928)

14.    Abu Nawas (Jakarta: Balai Pustaka, 1929)

15.    Karena Mentua (Jakarta: Balai Pustaka, 1932)

16.    Tuba Dibalas dengan Susu (Jakarta: Balai Pustaka, 1933)

17.    Dewi Rimba (Jakarta: Balai Pustaka, 1935)

18.    Hulubalang Raja (Jakarta: Balai Pustaka, 1934)

19.    Megah Cerah: Bacaan untuk Murid Sekolah Rakyat Kelas II (Jakarta: JB Wolters, 1952)

20.    Megah Cerah: Bacaan untuk Murid Sekolah Rakyat Kelas III (Jakarta: JB Wolters, 1952)

21.    Peribahasa (Karya bersama dengan K. Sutan Pamuncak dan Aman Datuk Majoindo. Jakarta: JB Wolters, 1946)

22.    Sesalam Kawin (t.t.)

23.    Si Bachil (terjemahan)

24.    Iman dan Pengasihan (terjemahan)

25.    Memperebutkan Pusaka Lama (terjemahan)

26.    Tiga Panglima Perang (terjemahan)

27.    Graaf de Monte Christo (terjemahan)

28.    Dua Puluh Tahun Kemudian (terjemahan)

29.    Anjing Setan (terjemahan)

30.    Gudang Intan Nabi Suleiman (terjemahan)

(Sumber : https://ashshaleh.wordpress.com/2016/04/17/biografi-sastrawan-indonesia/)


Komentar