Straight News : Ulangan Akhir Semester
PPKM Darurat, Melunjak
Desa Pendekan, merupakan suatu desa yang
terletak di Kelurahan Bakipandeyan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Banyaknya
kasus covid 19 di kecamatan Baki membuat Kepala Desa Bakipandeyan untuk menghimbau
warganya membatasi kegiatan diluar rumah.
Di Baki sendiri saat ini Kepala Desa dan
Camat menghimbau dan melarang keras untuk warganya agar tidak melakukan
kegiatan atau aktivitas terlebih dahulu diluar rumah. selama kegiatan PPKM (Perberlakukan
Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berlangsung. Bahkan seperti pasar, minimarket dan
toko yang lainya di Baki khusus pada hari Sabtu – minggu, 11-12/10/2021
ditutup. Untuk pedagang lainya juga selain hari tersebut dibatasi maksimal pukul
20.00 WIB harus sudah tutup dan juga harus menerapkan protokol kesehatan apalagi
seperti warung makan dan sebagainya. Tetapi masih ada beberapa warung dan juga angkringan
nekat dan mengabaikan peraturan atau himbauan tersebut, untuk itu biasanya Kepala
Desa, camat, serta dibantu polisi sektor Kecamatan Baki keliling patroli
melakukan cek untuk selalu memastikan.
Pada hari sabtu malam 11/07/2021, satu
angkringan tetap nekat buka dan berjualan bahkan sampai larut malam, hal itu
membuat Kepala Desa mendatangi tempat angkringan tersebut yang berada di seberang
jalan raya Desa Pendekan, menurut pemilik angkringan tersebut mereka sampai
nekat tetap buka dan berjualan dikarenakan hari itu tepa sabtu malam atau biasa
disebut malam minggu yang biasanya akan ramai pembeli dan sangat menguntungkan
jika berjualan di malam minggu. Tentu saja hal itu tetap membuat Kepala Desa
untuk memaksa pemilik angkringan tersebut untuk segera menutup tempatnya, padahal
kondisi di malam itu terlihat sangat ramai pembeli nongkrong di angkringan itu,
angkringan itu sendiri memang merupakan tempat yang biasanya selalu ramai di
Baki.
(Kondisi dan situasi di Desa Pendekan, RT 03 RW 01)
Di Desa Pendekan RT 03 RW 01 sendiri banyak
kasus covid 19, bahkan bisa dikatakan kasusnya sedang meningkat saat ini. Hal itu
disebabkan beberapa orang tambahan yang positif covid 19. Untuk ketua RT di
Desa Pendekan juga melarang dan menghimbau bagi warga Pendekan agar melakukan
Lockdown untuk tetap dirumah bahkan beliau juga melarang kegiatan desa seperti
kumpulan rutin Bapak-bapak, kumpulan rutin karang taruna, PKK dan sebagainya untuk
sementara waktu apalagi saat ini sedang ada Perberlakukan Pembatasan Kegiatan
Masyarakat atau PPKM. Berikut ungkapan dari ketua RT Desa Pendekan “Untuk
saat ini kondisi dan situasi sangat tidak memungkinkan melakukan kegiatan
diluar, untuk warga diharapkan tetap dirumah dan membatasi kegiatan diluar
rumah. Kegiatan gotong royong minggu lalu tidak akan dilanjutkan untuk saat ini
dan akan dilanjutkan ketika kondisi sudah membaik serta untuk kegiatan kumpulan
rutin bulanan seperti kumpulan Bapak-bapak, kumpulan karang taruna, PKK bulan
ini ditiadakan dulu”.
Dari beberapa warga yang sedang terpapar
atau positif covid 19 disarankan untuk melakukan isoman atau isolasi mandiri di
rumah, dan juga adanya bantuan kontrol dari satgas covid 19. Salah satu warga Pendekan
yang terpapar covid 19 adalah Iqbal, dia adalah mahasiswa Universitas Negeri
Semarang, menurut riwayat orang tersebut terpapar saat masih berada di Semarang,
awalnya dia sakit biasa seperti masuk angin dan ketika dia melakukan tes antigen
dan hasilnya adalah positif lalu pada akhirnya dia dibawa pulang ke Desanya
yaitu Pendekan dan harus melakukan isolasi mandiri dan tidak berkenankan untuk
berinteraksi dengan keluarga serta kerabat terlebih dahulu selama kurang lebih
2 minggu.
Untuk itu hal yang dapat kita lakukan dan
bantu saat ini adalah melakukan pencegahan penyebaran tersebut dengan mematuhi
peraturan dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Mencuci tangan, menjaga
jarak, serta menggunakan masker saat keluar rumah.

Komentar
Posting Komentar